MANAJEMEN
1. Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha para anggota organisasi lainnya agar mencapai organisasi yang telah ditetapkan.

2. Mengapa Manajemen dibutuhkan ?
– untuk mencapai tujuan organisasi
– untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan – tujuan yang saling bertentangan.
– untuk mencapai efisiensi dan efektivitas

3. Efektif dan Efisien menurut Manajement
Melakukan Pekerjaan yang benar

Melakukan Pekerjaan dengan benar
Goal Attainment

Resouse Usage

4. Siapa itu Manajer ?
Manajer adalah orang atau seseorang yang bekerja dengan dan melalui orang lain.
Tugas Manajer yaitu mengkoordinir tugas mereka untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

5. Kalsifikasi Manajer

- Top Manajer 1. RUPS
– Middle Manajer 2. Direksi
– First Line Manajer 3. Manajer
– Non Manajerial Employes 4. First Line Manajer

MANAJEMEN SKILL
Top Manajemen (Penentuan Tujuan dan Perencanaan)
Middle Manajemen (Pengorganisasian dan Pengarahan)
Lower Level Manajemen (Memotivasi dan Komunikasi)

Konseptual Skill yaitu Kemampuan untuk merencanakan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan organisasi.

Keterampilan Skill yaitu Kemampuan bekerja untuk memahami.

Keterampilan Teknik yaitu kemampuan untuk menggunakan peralatan – peralatan, memahami prosedur atau teknik dari suatu bidang tertentu.

Peranan Manajerial
Proses manajemen bersifat interaktif.
Manajer melakukan peran – peran tertentu.
Peran erat kaitannya dengan pengharapan.

Hubungan antara peranan manajerial
1. Peran Hubungan Manusiawi (Interpersonal Roles)
Peranan figur bapak
Peranan Pimpinan
Peranan Penghubung (Perantara)
2. Peranan Informasi
Monitor
Desiminasi (Penerus Informasi)
3. Juru Bicara atau Perwakilan.
4. Peranan Pengambilan Keputusan.
Kewirausahaan (Keputusan – keputusan penting : peluncuran produk baru)
Penyelesaian Gangguan
Pembagi sumber daya (mampu mengalokasikan sumber daya yang terbatas agar tercapai tujuan)
Perunding (Negosiator)

Menjadi manajer yang sukses tidak lepas dari beberapa hal, diantaranya :
Pendidikan
Pengalaman (Bisnis)
Visi (Pikiran kedepan)
Etika
Dimensi Internasional
Jiwa Entrepreneur (Kewirausahaan)
Harus bisa dan mampu mengembangkan pola pikir, jangan terpatok atau tercekoki suatu tuntutan.

FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN
Perencanaan (Planing)
Pengorganisasian (Organizing)
Pengarahan dan Pengimplementasian (Directing / Leading)
Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)

Perencanaan : Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Perencanaan : Pemilihan sekumpulan kegiatan yang akan dilakukan
Apa yang dilakukan, kapan, bagaimana dan dengan siapa.
4 Kegiatan dasar perencanaan :
1) Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan atau target bisnis
2) Merumuskan keadaan saat ini
3) Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan
4) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan

Alasan mengapa perlunya perencanaan :
Protective Benefit
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan.

Positif Benefit
Meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Positifnya Perencanaan :
Membantu manajer melihat masa yang akan datang.
Membantu dalam kristalisasi penyesuaian pada masalah – masalah utama (penekanan dalam tujuan organisasi).
Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi perusahaan.
Membantu penempatan tanggung jawab lebih cepat.
Memudahkan dalam melakukan koordinasi.
Membuat tujuan lebih khusus dan terinci.
Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
Menghemat waktu dan biaya

Negatifnya Perencanaan :
Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan terkadang berlebihan pada kontribusi nyata.
Perencanaan terkadang menunda pekerjaan
Perencanaan terkadang membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi.

Jenis Rencana
Jangka Waktu
Rencana Jangka Pendek (disusun dalam jangka waktu maksimal satu tahun).
Rencana Jangka Menengah (Jangka 1 – 5 tahun).
Rencana Jangka Panjang (Lebih dari 5 tahun)

Ada 3 Tipe Rencana
Rencana Strategik (Jangka Panjang)
Rencana Operasional
Rencana Situasional

PERENCANAAN STRATEGIS
Perencanaan strategis yaitu proses yang mengembangkan dan mempertahankan kecocokan strategis diantara sasaran dan kemampuan perusahaan dan peluang – peluang pemasaran yang terus berubah.
Melibatkan banyak unsur
Program umum untuk pencapaian tujuan – tujuan organisasi.
Perencanaan Strategis meliputi :
1. Penetapan misi
misi memberikan arahan sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. Dengan demikian, pemilik dan manajemen tidak hanya sekedar berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manfaat Misi Perusahaan :
1) Fokus sumber daya
2) Memastikan tidak ada konflik
3) Sebagai dasar mengalokasikan sumber daya
4) Membentuk wilayah tanggung jawab dalam perusahaan
5) Dasar pengembangan tujuan perusahaan

2. Menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan
Profitabilitas (tujuan perusahaan untuk memperoleh laba bersih dari penjualan dan ivestasi).
Volume pasar yang ingin dicapai, pangsa pasar yang harus dikuasai, peningkatan pertumbuhan penjualan.
Stabilitas, mulai dari produksi sampai dengan pemasaran bisa berjalan seagaimana mestinya.
Tujuan nonfinansial (berapa peningkatan citra perusahaan, perbaikan teknologi dan kualitas hidup karyawan).

3. Merancang Portofolio Bisnis
Membuat rencana atau rancangan terhadap bisnis yang akan dijalankan melalui pendekatan yang paling rasional
Merancang berbagai alternatif perencanaan yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.

PERENCANAAN OPERASIONAL (TAKTIS)
Ada dua jenis tipe rencana operasional :
1. Rencana sekali pakai
yaitu serangkaian kegiatan terperinci yang kemungkinan tidak berulang dalam bentuk yang sama diwaktu mendatang.

Contoh :
Program (rencana sekali pakai untuk serangkaian aktivitas yang besar).
Proyek (merupakan bagian dari program dengan cakupan yang lebih kecil).
Anggaran (merupakan rencana yang dinyatakan dalam bentuk angka).

2. Rencana tetap
yaitu suatu aktivitas yang muncul berulang – ulang, misalnya : kebijakan atau prosedur atau aturan.
Kebijakan (merupakan pedoman pengambilan keputusan yang mengarahkan cara berpikir pengambilan keputusan).
Prosedur (merupakan pedoman yang mengarahkan pada tindakan yang diperlukan).
Aturan (merupakan pernyataan spesifik bahwa suatu kegiatan tertentu harus atau tidak boleh dilakukan).

PERNCANAAN SITUASIONAL
Perencanaan situasional merupakan perencanaan yang memasukkan alternatif perencanaan yang berbeda.

ORGANIZING
Organisasi sebagai wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama untuk merealisasikan tujuannya (B.S. Wibowo, 202:315)

Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Fungsi Pengorganisasian
proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.
Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab.
Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja.
Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
1. Lingkungan langsung atau lingkungan mikro
* Lingkungan langsung eksternal :
Konsumen
Pemasok
Pesaing
Pemerintah
Lembaga Keuangan

* Lingkunagan langsung internal :
Pekerja
Dewan komisaris
Pemegang saham

2. Lingkungan tidak langsung atau lingkungan umum
Demografi (Struktur Kepanduan)
Sosial Budaya
Teknologi
Dimensi Internasional
Politik dan Hukum
Ekonomi

3. Lingkungan Politik
Memiliki pengaruh yang riil terhadap keberhasilan dan kegagalan perusahaan melalui peluang dan ancaman bisnis yang ditimbulkan.
Banyak peraturan perundang – undangan yang mempengaruhi organisasi dihasilkan dari atau melalui proses politik
Ideologi negara, peran negara, swasta dan pandangan tentang hak pemilikan pribadi mempengaruhi kecenderungan pilihan ideologi yang dianut, diantaranya :
Sosialis / Komunis / Intervensi government
Kapitalis / Liberal / Free market
Gabungan dari keduanya / Mix
Stabilitas Politik, sejarah politik yang banyak negara sedang berkembang sesudah berakhirnya Perand Dunia II ditandai dengan adanya ketidak stabilan politik diantaranya yaitu :
– Adanya konflik
– adanya konflik agama
– adanya kudeta militer
– adanya ketidak pastian usaha

PENGERTIAN LAIN STRUKTUR ORGANIASI
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain struktur, antara lain:
1. Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
2. Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa proses, produk, geografi, dan pelanggan.
3. Rantai komando. Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
4. Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif.
5. Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
6. Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.

USULAN PRODUK TABUNGAN BANK TAZAKKA SYARIAH

I. NAMA PRODUK
Tabungan Bank Tazakka Syariah Investa Pendidikan
Financing Service Bank Tazakka Syariah

II. RUANG LINGKUP
Perbankan Umum Indonesia

III. LATAR BELAKANG PRODUK
Tabungan maupun pembiayaan dewasa ini sangat di perlukan dan telah menjadi suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat, hal ini terjadi karena adanya latar belakang ekonomi yang berbeda-beda antar golongan masyarakat, begitu pula dengan tingkat kebutuhan masing- masing masyarakat.
Tabungan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi mereka yang menginginkan keamanan, investasi ,spekulasi sampai pelayanan yang terbaik untuk uang atau harta yang mereka miliki.
Sedangkan pembiayaan juga menjadi suatu kebutuhan atau alternative bagi meraka yang memiliki kebutuhan akan barang yang sifatnya segera dan wajib, akan tetapi belum atau tidak memiliki kemampuan untuk memiliki secara langsuna atau tunai.
Pendidikan merupakan hal yang wajib bagi anak-anak di jaman yang semakin maju ini, bagi mereka(orang tua), memberi pendidikan yang terbaik bagi putra putrinya merupakan suatu kewajiban dan keinginan yang sangat dominan. Akan tetapi yang menjadi salah satu penghambat terbesar pendidikan di Indonesia adalah mengenai permasalahan besarnya biaya yang harus di keluarkan.
Tabungan Bank Tazakka Syariah Investa Pendidikan adalah tabungan berjangka dengan setoran bulanan tetap (installment) yang dirancang untuk mempersiapkan serta menjamin dana pendidikan buah hati di masa depan. Mungkin dengan hadirnya produk tersebut diharapkan akan dapat menjawab salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia yang telah lama menjamur dan tak kunjung selesai.
Selanjutnya mengenai Financing service bank tazakka syariah, merupakan suatu pelayanan pembiayaan syariah terhadap suatu barang dengan setoran bulanan yang sangat menguntungkan dan aman bagi mereka yang memerlukan kemudahan dalam memiliki suatu barang yang sifatnya pokok dan penting.
Produk ini diharapkan juga, agar dapat meringankan akan kebutuhan pokok yang mendesak bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan secara langsung untuk membelinya.

IV. TUJUAN PRODUK
Tujuan produk merupakan tahap yang penting dalam suatu pengajuan proposal ini. Tujuan kedua produk pada dasarnya sebagai inti dari visi dan misi yang di hadapi Bank Tazakka Syariah yaitu sebagai intermediary fund dengan hukum-hukum syariah sebagai landasanya.
Adapun tujuan produk-produk yang penulis ajukan adalah sebagai beriku:
1. Internal
i. Memaksimalkan peluang yang ada di masyarakat, khususnya dalam masalah biaya pendidikan masyarakat menengah ke bawah yang mengalami kesulitan dalam persiapan dana pendidikan.

ii. Melakukan kerja sama pembiayaan dengan para pelaku bisnis atau msyarakat umum dalam hal pengadaan barang – barang dengan syarat dan ketentuan yang telah di tetapkan.
iii. Mendapatkan margin atau keuntungan dengan mengacu pada, biaya over head, biaya dana simpanan nasabah, target profit bank dan suku bunga pasar.

2. Eksternal
i. Membantu masyarakat mempersiapkan biaya pendidikan bagi putra – putrinya di masa yang akakn dating.
ii. Memberi nisbah yang kompetitif dan kerja sama yang mentungkan antara nasabah dan pihak Bank Tazakka Syariah.

V. TINJAUAN UMUM TENTANG PRODUK
1. Tabungan Tazakka Syariah Investa Pendidikan
Menjamin Pendidikan Buah Hati Anda Meraih Mimpi
Tabungan Bank Tazakka Syariah Investa Pendidikan adalah tabungan berjangka dengan setoran bulanan tetap (installment) yang dirancang untuk mempersiapkan dan menjamin dana pendidikan buah hati Anda di masa depan.
Persyaratan:
1) Kartu identitas KTP/SIM/Paspor nasabah.
2) Memiliki rekening Tabungan Bank tazakka Syariah sebagai rekening induk.

Manfaat:
1) Nisbah kompetitif.
2) Kemudahan perencanaan jaminan keuangan masa depan, khususnya untuk biaya pendidikan buah hati Anda.
3) Nilai setoran bulanan fleksibel.
4) Aman, berkah dan menentramkan.

Karakteristik:
1) Berdasarkan prinsip syariah mudharabah muthlaqah.
2) Jangka waktu tabungan 1 s.d 20 tahun.
3) Usia nasabah minimal 17 tahun dan maksimal 55 tahun (usia jatuh tempo tidak melebihi 60 tahun).
4) Setoran bulanan Rp 100.000 s.d Rp 4.000.000
5) Jumlah setoran bulanan dan jangka waktu tabungan tidak dapat diubah.
6) Penarikan sebagian saldo diperbolehkan, dengan kondisi saldo minimal Rp 100.000
Tips Menghitung Dana Pendidikan:
Tanya:
Saat ini tahun 2021 saya baru saja mempunyai buah hati bernama Feby, anak saya baru lahir ini rencananya enam tahun lagi akan masuk SD yang bonafit dan keren.
Berapa dana yang harus saya tabung perbulan untuk biaya kelak ia masuk SD?

Jawab:
Jika semisal saat ini pada tahun 2021 biaya masuk SD sekitar Rp 20 juta dan asumsi kenaikan biaya pendidikan adalah 20% per tahun, maka dana yang diperlukan untuk masuk SD 6 tahun lagi adalah :
Rp 20.000.000 x (1,2)6 = Rp 59.719.680,-
Jadi setiap bulannya dana yang harus ditabung adalah :
Rp 59.719.680 : 72 bulan = Rp 829.440,- (bagi hasil diabaikan).

2. Financing Service Bank Tazakka Syariah
Financing Service BTS
Merupakan suatu layanan pembiayaan syariah suatu barang dengan setoran bulanan yang sangat menguntungkan bagi Anda yang memerlukan kemudahan dalam memiliki suatu barang.
Persyaratan :
1) Kartu Identitas KTP / SIM / Paspor nasabah.
2) Uang Muka yang telah ditentukan.
3) Lain-lain yang di butuhkan bank.

Karakteristik :
1) Berdasarkan prinsip murabahah
2) Jangka waktu 1 tahun sampai dengan 10 tahun.
3) Margin maksimal 10%.
4) Jumlah dan jagka waktu setoran tidak dapat berubah.

Contoh:
Pembiayaan terhadap kendaraan bermotor senilai Rp 20.000.000,- Berapa besar setoran bulanan yang wajib dibayar selama 3 tahun?
Jawab:
Harga pokok = Rp 20.000.000,-
Uang muka = Rp 5.000.000,-

Harga Pokok – Uang Muka = Pokok Pembayaran

Pokok pembayaran = Rp 15.000.000,-

Margin 10% / 1 tahun selama 2 tahun = 15 juta x 10% x 3
= Rp 4.500.000,-

Total pembayaran = ( Rp 15.000.000,- + Rp 4.500.000 ) : 36
= Rp 19.500.000,- : 36
= Rp 541.666,-

Jadi premi perbulannya yaitu Rp 541.666,-
Terbilang :
Lima Ratus Empat Puluh Satu Ribu Enam Ratus Enam Puluh Enam Rupiah

PENUTUP
Demikian proposal pengajuan ini kami buat sebagai bahan pertimbangan, semoga dapat di gunakan sebagaimana mestinya serta besar harapan kami untuk terwujudnya susunan rencana produk yang kami ajukan. Sekian dan terima kasih.

Pertanyaan yang paling penting adalah bukan bagaimana melakukan pekerjaan dengan benar, tetapi bagaimana menemukan pekerjaan yang benar untuk dilakukan, dan memusatkan sumber daya dan usaha pada pekerjaan itu

Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.

Karakteristik sistem perbankan syariah yang  beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinimati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Dalam konteks pengelolaan perekonomian makro, meluasnya penggunaan berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Semakin meluasnya penggunaan produk dan instrumen syariah disamping akan mendukung kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat spekulatif, sehingga mendukung stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kestabilan harga jangka menengah-panjang.

Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan.

Kebijakan Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia
Untuk memberikan pedoman bagi stakeholders perbankan syariah dan meletakkan posisi serta cara pandang Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia, selanjutnya Bank Indonesia pada tahun 2002 telah menerbitkan “Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia”. Dalam penyusunannya, berbagai aspek telah dipertimbangkan secara komprehensif, antara lain kondisi aktual industri perbankan syariah nasional beserta perangkat-perangkat terkait, trend perkembangan industri perbankan syariah di dunia internasional dan perkembangan sistem keuangan syariah nasional yang mulai mewujud, serta tak terlepas dari kerangka sistem keuangan yang bersifat lebih makro seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) maupun international best practices yang dirumuskan lembaga-lembaga keuangan syariah internasional, seperti IFSB (Islamic Financial Services Board), AAOIFI dan IIFM.

Pengembangan perbankan syariah diarahkan untuk memberikan kemaslahatan terbesar bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, maka arah pengembangan perbankan syariah nasional selalu mengacu kepada rencana-rencana strategis lainnya, seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dengan demikian upaya pengembangan perbankan syariah merupakan bagian dan kegiatan yang mendukung pencapaian rencana strategis dalam skala yang lebih besar pada tingkat nasional.

“Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia” memuat visi, misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu  pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dgn sektor keuangan syariah lainnya.

Dalam jangka pendek, perbankan syariah nasional lebih diarahkan pada pelayanan pasar domestik yang potensinya masih sangat besar. Dengan kata lain, perbankan Syariah nasional harus sanggup untuk menjadi pemain domestik akan tetapi memiliki kualitas layanan dan kinerja yang bertaraf internasional.

Pada akhirnya, sistem perbankan syariah yang ingin diwujudkan oleh Bank Indonesia adalah perbankan syariah yang modern, yang bersifat universal, terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Sebuah sistem perbankan yang menghadirkan bentuk-bentuk aplikatif dari konsep ekonomi syariah yang dirumuskan secara bijaksana, dalam konteks kekinian permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dan dengan tetap memperhatikan kondisi sosio-kultural di dalam mana bangsa ini menuliskan perjalanan sejarahnya. Hanya dengan cara demikian, maka upaya pengembangan sistem perbankan syariah akan senantiasa dilihat dan diterima oleh segenap masyarakat Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan negeri.

Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah
Sebagai langkah konkrit upaya pengembangan perbankan syariah di Indonesia, maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategi Pengembangan Pasar Perbankan Syariah, sebagai strategi komprehensif pengembangan pasar yg meliputi aspek-aspek strategis, yaitu: Penetapan visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN, pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal, pemetaan pasar secara lebih akurat, pengembangan produk yang lebih beragam, peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru yang memposisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank.

Selanjutnya berbagai program konkrit telah dan akan dilakukan sebagai tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan perbankan syariah, antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama, menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.50 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 40%, fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75%. Fase III  tahun 2010 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%.

Kedua, program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek positioning, differentiation, dan branding. Positioning baru bank syariah sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, aspek diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam, transparans, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi informasi yang selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi keuangan syariah yang memadai. Sedangkan pada aspek branding adalah “bank syariah lebih dari sekedar bank atau beyond banking”.

Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayanan jasa bank syariah sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan masyarakat dan semua segmen sesuai dengan strategi masing-masing bank syariah.

Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan (saling menguntungkan) dan  dukungan jaringan kantor yang luas dan penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami.

Kelima, program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengkomunikasikan produk dan jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas, dengan tetap memenuhi prinsip syariah; dan

Keenam, program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak langsung (media cetak, elektronik, online/web-site), yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kenapa Harus Bank Syariah?

27 December 2010. Leave a comment.

“Kenapa sih kita harus bertransaksi perbankan di Bank Syariah?” Begitulah kira-kira yang sering didengar jika kita mengajak teman atau saudara untuk membuka tabungan atau hal lain yang berhubungan dengan layanan bank untuk berpindah ke bank syariah.

Mungkin jawaban yang paling sederhana yang seringkali diberikan adalah “bank syariah tidak menggunakan sistem bunga yang dekat dengan riba yang diharamkan dalam Al Quran.”

Namun sesungguhnya ada banyak kelebihan Bank Syariah yang bukan saja dari soal bunga bank yang riba dan haram. Bank syariah memberlakukan sistem bagi hasil, prinsip dasar dari bagi hasil perbankan syariah adalah keadilan. Dan keunggulan dari sistem bagi hasil antara lain adalah :

1. Lebih menunjukkan kewajiban bisnis dan keadilan karena pengusaha hanya akan membayarkan bagi hasil sesuai dengan keuntungan riil yang diperoleh.

2. Adanya fleksibilitas dan dinamika yang tidak akan menyebabkan kebangkrutan dan hilangnya produktivitas masyarakat.

3. Memberikan peluang kemitraan usaha karena setiap pennyaluran dana Bank dikaitkan dengan sektor riil disertai pembinaan dan pengawasan dalam proses manajemen perusahaan.

4. Memberikan kesempatan berkembang usaha kecil karena dasar penilaian pembiayaan adalah kelayakan usaha nasabah bukan pada sisi jaminan.

5. Dengan diterapkannya sistem bagi hasil cost push inflation dapat ditekan/dihapus.

6. Tidak mengenal negative spread seperti dialami oleh Bank Konvensional akibat kenaikan suku bunga simpanan.

7. Bank Syariah tidak boleh melakukan usaha spekulatif yang dapat membahayakan bank.

Prinsip umum perbankan syariah bertumpu pada beberapa hal pokok, yaitu pada larangan atas bunga (interest) dan, sebagai alternatifnya penerapan sistem bagi hasil (loss and profit sharing). Kaidah lain yang selalu ditekankan bagi perbankan syariah adalah menghindarkan transaksi yang tidak transparan (gharar) dan menolak kegiatan spekulasi (maysir). Selain itu kaidah umum yang diberlakukan adalah, tentu saja, menghindari segala bentuk transaksi yang terkait dengan barang dan jasa yang haram, seperti perjudian, peternakan babi, jual beli minuman keras, dan sebagainya.

Jadi kenapa harus Bank Syariah ?!
Kenapa Tidak ?!

Nah Maka dari ituuu

begini nih…

 

Ketua Asosiasi Bank Syariah Seluruh Indonesia (Asbisindo), A Riawan Amin mengatakan saat ini perbankan syariah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki skill dan pengetahuan namun juga memiliki ‘semangat’ syariah.

“Terutama semangat atau ‘attitude’, bukan skill atau pengetahuan. Kalau sudah punya semangat syariah, mau dibuat ilmu apa saja bisa,” ujarnya akhir pekan lalu, di Yogyakarta.Ia mengharapkan sumber daya manusia dalam industri perbankan syariah dapat berkembang, baik dari bankir konvensional yang mempunyai “semangat” syariah maupun dari para lulusan baru yang merupakan lulusan ekonomi syariah dan memiliki semangat membangkitkan ekonomi berkeadilan.

“Sumber daya manusia bisa dibangun berdasarkan semangat bukan hal-hal teknis dan hal tersebut tidak bisa diajarkan dan dibikin,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan infrastruktur yang memadai juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia yang memiliki penduduk dengan populasi Islam terbesar di dunia.

“Untuk mengembangkan ‘islamic banking’ dengan efisien dan murah, kita bisa meniru Malaysia yang memanfaatkan infrastruktur perbankan yang sudah ada. Jadi apabila ada bank konvensional yang membentuk bank umum syariah, mereka tidak perlu membangun cabang baru dan menggunakan fasilitas ‘office chanelling’,” ujar Riawan.

Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar menghimbau masing-masing bank umum syariah untuk segera melahirkan sumber daya manusia insani bagi pengembangan perbankan syariah dan tidak mengambil tenaga dari bank lain.

“Saat ini sudah ada beberapa bank yang sudah melakukan itu (membentuk SDM syariah) dan kami terus menghimbau mereka tidak mengambil (SDM) dari bank lain,” ujarnya.

Presiden Pusat Pengembangan Keuangan Syariah International Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Subarjo Joyosumarto menambahkan industri perbankan syariah membutuhkan sumber daya manusia tambahan sekitar 40 ribu orang sehingga total menjadi 60 ribu orang pada 2015.

“Untuk itu, pelatihan sangat dibutuhkan, terutama sekali untuk bidang kepatuhan dan pelatihan secara umum,” ujarnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.